Sebuah Seni Menghancurkan Diri Sendiri Oleh Chelsea

Sebuah Seni Menghancurkan Diri Sendiri Oleh Chelsea

Chelsea berpotensi menggelontorkan lebih dari £100 juta untuk mendapatkan dua penyerang Portugal - sebuah langkah yang bikin geleng-geleng kepala.

Polah Chelsea di bursa transfer musim panas menemui plot twist baru pekan ini, setelah tiba-tiba saja The Blues resmi memboyong Pedro Neto dari Wolves. Mereka membayar sekitar £54 juta untuk sang winger, meski ia memiliki riwayat cedera yang teramat mengkhawatirkan. Sejauh ini, pemain 24 tahun tersebut menjadi pembelian termahal Chelsea di bursa transfer yang membagongkan ini dan, yang lebih mengejutkan lagi, ia merupakan pemain ke-35 yang direkrut dalam kurun waktu lebih dari dua tahun sejak kepemilikan Clearlake Capital-Todd Boehly.

Dan, jangan kaget kalau ternyata mereka belum berhenti berbelanja. Di hari yang sama ketika transfer Neto diumumkan, mencuat kabar bombastis bahwa klub London Barat itu sedang dalam pembicaraan untuk memulangkan mantan pemain pinjaman dan kompatriot Neto di Portugal, yakni Joao Felix, dari Atletico Madrid. Diyakini bahwa transfer ini nantinya akan membuka jalan bagi Atleti untuk menyelesaikan pembelian Conor Gallagher dari Chelsea dalam transaksi terpisah, setelah transfer Samu Omorodion ke Chelsea kolaps tepat di garis akhir.

Artinya, Chelsea mungkin akan menghabiskan lebih dari £100 juta untuk dua bintang Portugal yang sejujurnya tidak bisa diandalkan. Ini adalah keputusan yang berpotensi menjadi sebuah kesalahan besar di bidang transfer bagi manajemen klub dan bukti kuat bahwa pengambilan keputusan mereka patut dipertanyakan, bahkan diragukan.

BACA JUGA : Chelsea Siap Jual Sembilan Pemain

Mengkhawatirkan & Tak Bisa Diandalkan

Prediksi Bursa Bola - "Saya sangat senang, dia bisa menawarkan banyak hal. Bisa bermain di kanan, di kiri, dan sangat jago one-on-one." Begitulah reaksi antusias pelatih baru Chelsea Enzo Maresca setelah klubnya resmi membeli Neto dari Wolves. Tetapi, ia melupakan satu masalah besar, atau mungkin sengaja mengabaikannya.

Kualitas Neto tak perlu diragukan, ia adalah seorang pemain yang mampu berkontribusi 14 gol meski hanya tampil 24 kali sepanjang 2023/24. Namun ketika ditelisik lebih jauh kenapa jumlah penampilannya sesedikit itu, persoalan besar muncul.

Hanya dengan sekali intip, riwayat cedera Neto harusnya membuat Chelsea berpikir dua kali, apalagi setelah masalah kebugaran yang terus menghantui skuad mereka belakangan ini. Winger 24 tahun tersebut mengalami cedera hamstring dua kali musim lalu (meski memang di dua kaki yang berbeda), sehingga harus menepi selama empat bulan. Ia juga absen cukup lama pada 2022/23 karena masalah pergelangan kaki atau ankle.

Selama lima tahun di Wolves, Neto rata-rata hanya bermain sebagai starter dalam 15 pertandingan Liga Primer Inggris per musim dan total absen 108 laga, menurut Charlie Gregory. Ia memang merupakan salah satu winger terbaik se-EPL jika bugar, tapi riwayat cedera skuad Chelsea belakangan ini seharusnya membuat mereka lebih berhati-hati dalam merekrut Neto. Tapi nyatanya, transfer mahal ini disepakati dalam sekejap mata, dengan Wolves seolah tidak ragu sedikit pun mengambil kesempatan menjualnya.

Proposal Felix kembali ke Chelsea pun harusnya menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang sama: layakkah ia dihargai semahal itu? Apakah Chelsea benar-benar membutuhkan pemain lain yang beroperasi di area melebar? Serta yang paling penting, memangnya ia bisa diandalkan?

Market value Felix bisa dibilang sedang rendah-rendahnya menyusul penampilan yang semenjana selama dipinjamkan di Barcelona musim lalu. Blaugrana yang juga terkenal suka belanja ngawur saja sampai enggan mempermanenkan atau bahkan meminjamnya lagi setelah ia cuma berkontribusi enam gol dan 10 assist dalam 44 penampilan. Atletico Madrid masih berusaha keras menyingkirkannya sikap yang belum berubah selama beberapa tahun terakhir dan Felix sendiri dikabarkan ingin kembali ke Stamford Bridge setelah mendapat chant khusus berlirik "si bajing*n!" dari para penggemarnya sendiri di Spanyol.

Kesempatan untuk mendatangkan Felix dengan harga yang relatif murah setidaknya dibandingkan dengan banderol Atletico mungkin menjadi alasan di balik langkah Chelsea mengejarnya, selain mempermulus penjualan Gallagher ke Metropolitano. Tapi toh mereka sebenarnya tak membutuhkannya. Setelah baru saja merekrut Neto, rekan senegara Felix, The Blues kegemukan di sektor pemain sayap atau setidaknya penyerang yang beroperasi di area half-space, mengingat mereka memiliki Cole Palmer, Noni Madueke, Mykhailo Mudryk, Raheem Sterling, dan Christopher Nkunku. Pun sempat ada bisik-bisik Nicolas Jackson bisa dioperasikan sebagai winger.

Pada akhirnya, Felix adalah pemain yang enak dilihat dan memanjakan mata tapi tak punya kontribusi konkret, yang sudah menjadi kelemahan terbesarnya semenjak diboyong Atleti dari Benfica dengan harga €126 juta pada 2019. Enam bulan peminjamannya di Chelsea musim 2022/23 merangkum kariernya secara keseluruhan, meski harus diakui ia ke Stamford Bridge ketika standar kualitas The Blues berada di titik nadir di bawah Graham Potter dan Frank Lampard. Felix memang memiliki permainan cantik dan mampu menunjukkan bakatnya dengan gocekan yang memukau, tetapi kemampuan tersebut hanya ia tunjukkan sesekali dan ia lebih sering 'menghilang' dari pertandingan tanpa memberikan kontribusi serangan yang berarti, sedangkan tingkat kerja defensifnya juga kerap dipertanyakan.

Keputusan Yang Patut Dipertanyakan

Setelah adem ayem di bursa Januari 2024, Chelsea sekarang menerapkan strategi yang berbeda di jendela transfer musim panas super sibuk tapi membagongkan ini. Kiernan Dewsbury-Hall dan Renato Veiga katanya didatangkan demi menyesuaikan sistem taktik Maresca, tapi selain keduanya, Chelsea lebih sering mengejar pemain muda yang berbakat besar dengan harga miring. Mereka menggelontorkan puluhan juta paun untuk pemain seperti Marc Guiu, Omari Kellyman, dan Filip Jorgensen, sementara wonderkid Palmeiras Estevao Willian baru akan bergabung pada 2025.

Sama-sama berusia 24, Neto dan Felix secara teknis memang belum menginjak usia prima, tapi keduanya terasa seperti pengecualian dari kebijakan membeli pemain kurang beken dengan biaya relatif rendah itu. Rencana memulangkan Felix juga mengindikasikan adanya intervensi dari Clearlake. Kabar-kabar terbaru menunjukkan bahwa banderol Felix masih dia angka £51 juta, yang artinya duo Portugal itu bisa memakan biaya £100 juta.

Pemain produk akademi Chelsea sendiri yang akan terus-menerus menjadi korban pengeluaran sembrono ini. Tak perlu heran jika para penggemar mulai ogah memberi dukungan, karena koneksi antara pemain binaan dan mereka yang berdiri di tribun Stamford Bridge setiap pekannya semakin memudar. Ian Maatsen dan Lewis Hall sudah dilego demi cuan murni alias pure profit di tengah ancaman melanggar peraturan Profitabilitas & Keberlanjutan (PSR) Liga Primer Inggris. Gallagher - salah satu bintang utama musim lalu, wakil kapten, serta pemain favorit suporter - juga terancam nasib yang sama meski loyalitasnya terhadap Chelsea mustahil diragukan. Para owner mengabaikan aspek emosional ini, dan berusaha menjualnya ke Atletico.

Meskipun amortisasi beberapa biaya transfer membuat situasi sedikit kabur, strategi yang hampir sepenuhnya menargetkan pemain muda ini juga patut dipertanyakan, terutama ketika pemain seperti Carney Chukwuemeka dan Madueke—keduanya baru bergabung pada musim 2022-23—sudah mulai disebut-sebut akan dijual. Chukwuemeka, yang direkrut dari Aston Villa seharga £20 juta ($26 juta), dikaitkan dengan kepindahan ke Crystal Palace dengan harga yang sama, sementara Newcastle dikabarkan tertarik pada Madueke. Kiper Djordje Petrovic baru bergabung dari MLS musim panas lalu dan menikmati musim pertama yang baik, tetapi ia sudah dimasukkan ke dalam daftar jual.

Amortisasi biaya transfer memang memperumit situasi, tetapi strategi cuma mengincar youngster juga perlu dipertanyakan ketika pemain-pemain seperti Carney Chukwuemeka dan Madueke - yang baru bergabung pada 2022/23 - sudah kena desas-desus akan dijual. Chukwuemeka, yang direkrut dari Aston Villa seharga £20 juta, sudah dikaitkan dengan Crystal Palace dengan harga yang sama, sementara Newcastle kabarnya meminati Madueke. Kipe Djordje Petrovic baru didatangkan dari MLS musim panas kemarin dan tampil cukup oke di musim debutnya, tapi sudah masuk daftar jual.

Komentar