DONE DEAL! Liverpool Beli Federico Chiesa Dari Juventus
Liverpool mencapai kesepakatan dengan kubu Juventus untuk transfer Federico Chiesa pada awal musim 2024/2025. The Reds hanya perlu membayar €13 juta saja untuk bisa mengamankan jasa pemain asal Italia.
Kesepakatan itu sekaligus mengakhiri berbagai spekulasi soal masa depan Federico Chiesa. Pemain 26 tahun itu sempat dikaitkan dengan beberapa klub top Eropa lain sebelum digaet Liverpool.
Juventus sendiri melepas Chiesa lantaran sang pemain tidak masuk dalam skema bermain pelatih Thiago Motta. Sedari awal, Motta telah meminta Chiesa mencari klub baru dan sempat diasingkan dari tim utama.
Harga jual Chiesa ke Liverpool bisa dibilang murah. Uang yang didapat Juventus dari penjualan Chiesa jauh di bawah dari uang yang dikeluarkan saat membelinya dari Fiorentina, €44 juta (belum termasuk biaya peminjaman €12 juta), pada 2022 lalu.
BACA JUGA : Teun Koopmeiners, Paul Pogba-nya Thiago Motta di Juventus
BACA JUGA : Teun Koopmeiners, Paul Pogba-nya Thiago Motta di Juventus
Alasan Transfer Federico Chiesa Murah
Football Italia membuat ulasan mengapa Juventus melepas Federico Chiesa dengan harga relatif murah. Pertama, Chiesa tak lagi masuk dalam rencana Thiago Motta sebagai pelatih.
Motta telah mengasingkan Chiesa. Nah, jika Juventus tak menjualnya dengan harga terjangkau, mereka akan terus membayar gaji dalam jumlah besar untuk pemain yang kontribusi pada tim mungkin akan minim.
Faktor kedua adalah kontrak Chiesa yang akan habis pada Juni 2025. Dengan satu tahun yang tersisa, Juventus tak punya banyak opsi. Pilihannya adalah, dilepas murah sekarang atau gratis di akhir musim.
Juventus awalnya meminta €15 juta, akan tetapi Liverpool hanya bersedia membayar €13 juta. Juventus sepakat dengan angka yang disodorkan Liverpool. Harga yang terjangkau untuk pemain berusia 26 tahun dan reguler bermain untuk Timnas Italia.
Posisi Untuk Chiesa
Sayap Kiri
Posisi sayap kiri jelas merupakan tempat favorit Chiesa. Dengan kecepatannya serta tusukannya yang khas, membuatnya begitu bahaya di posisi tersebut.
Namun di Liverpool, sisi sayap kiri merupakan posisi yang paling banyak menumpuk pemain. Luis Diaz terlihat belum dapat menguasai posisi tersebut sejak kedatangan Slot di musim panas, meskipun terdapat persaingan sengit dari Cody Gakpo dan Darwin Nunez.
Penyerang Tengah
Juventus cenderung bermain tanpa pemain sayap saat Chiesa berada di klub, dan lebih sering menggunakan formasi 3-5-2 yang diusung oleh Massimiliano Allegri.
Pada saat itu, Chiesa sering bermain di belakang seorang penyerang yang lebih kuat secara fisik.
Kini, Liverpool tidak memiliki penyerang sekuat atau sebuas Dusan Vlahovic, namun mereka memiliki pemain seperti Gakpo dan Nunez yang dapat memainkan peran serupa.
Tetap saja, sangat menyenangkan untuk memiliki banyak pilihan, dan seorang ahli taktik yang cerdik seperti Slot akan bersenang-senang untuk mencoba menemukan kegunaan dari mereka semua.
Penyerang Tunggal
Peran sentral yang lebih jelas dalam sistem standar Liverpool adalah sebagai pemain No. 9.
Sekali lagi, Gakpo dan Nunez juga mampu bermain di sana, namun pada kenyataannya Diogo Jota lah yang tampil mengesankan di awal masa kepelatihan Slot.
Jika Chiesa masih dapat mempertahankan gerakan cepatnya dan melesat melewati lini pertahanan lawan, mungkin dia juga dapat menjadi starter sebagai penyerang tunggal.
Sayap Kanan
Apakah kita berharap Mohamed Salah akan kehilangan posisinya di sayap kanan dalam waktu dekat? rasanya cukup sulit, meskipun adanya Chiesa saat ini.
Namun Liverpool kini memiliki dua tipe pemain yang dapat membantu mengatur menit bermain sang raja Mesir, dengan Harvey Elliott sebagai pemain sayap kiri yang sepadan dan Chiesa sebagai pemain sayap alami.


Komentar
Posting Komentar